HOME | SHOP | TOOLBAR | RADIO | SIGN UP | LOG IN | GAMES | VIDEOS | CLUBS | BLOGS | LAYOUTS | BROWSE | SEARCH | INVITE | HELP  
 Mama's Blog   
  
ASKEB V TENTANG PEMBINAAN DUKUN BAYI   

BAB I
PENDAHULUAN

Upaya menimalisasi dan menurunkan tingka tkematian ibu hamil, bayi dan balita maka semua persalinan yang ditangani oleh dukun bayi harus beralih ditangani oleh bidan. Kecuali hal-hal yang berhubungan dengan adat dan kebiasaan setempat dengan menjalin hubungan antara dukun dan bidan, tetapi kemitraan yang berjalan sekarang ini masih dalam batas pemaknaan transfer ilmu pengetahuan, masih dalam bentuk pembinaan cara-cara persalinan yang higienis kepada dukun bayi.
Berarti belum ada dalam bentuk kesepakatan uraian tugas dan fungsi masing-masing, juga belum mengarah pada alih peran pertolongan persalinan secara optimal.
Namun kekhawatiran dimasa mendatang pembinaan yang dilakukan oleh bidan justru memberikan peran baru bagi dukun bayi, menambah presetase dan menaikan status mereka bahkan semakin menambah kepercayaan mereka menjalankan profesinya sebagai dukun bayi.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

1. Pengertian Dukun Bayi :
Adalah seorang anggota masyarakat, pada umumnyaseorang wanita yang mendapat kepercayaan serta memiliki ketrampilan menolong persalinan secara tradisional dan memperoleh ketrampilan tersebut dengan cara turun temurun belajar secara praktis atau cara lain yang menjurus kearah penigkatan ketrampilan tersebut serta melalui petugas kesehatan.
2. Supervise / pembinaan adalah
Bimbingan teknis yang terus menerus dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan.
Menjangkau 2 aspek :
a. Pembinaan ketrampilan dukun bayi
b. Pembinaan hasil kegiatan yang dilaksanan oleh dukun bayi.
Tujuan supervisi / bimbingan dukun bayi :
a. Menjaga, menpertahankan, meningkatkan ketrampilan dukun bayi
b. Menjaga, mempertahankan dan meningkatkan cakupan hasil kegiatan dukun dalam merawat bumil, bulin dan bufas.
c. Sebagai kesempatan pemasukan bahan habis pakai
d. Sebagai bahan asupan dalam penyusunan laporan kegiatan petugas puskesmas.
Pelaksana supervisi / bimbingan / pembinaan
- Dokter
- Bidan
- Perawat kesehatan
- Petugas imunisasi
- Petugas gizi
Tempat pelasanaan pembinaan dukun bayi
- Posyandu pada hari buka oleh petugas / pembina posyandu
- Perkumpulan dukun bayi dilaksankan di puskesmas.
Waktu pelaksanaan pembinaan dukun bayi
a. Saat kunjungan supervisi petugas puskesmas di posyandu di desa tempat tinggal dukun.
b. Pertemuan rutin yang telah disepakati
c. Waktu-waktu lain saat petugas bertemu dengan dukun bayi
d. Saat mendampingi dukun bayi waktu menolong persalinan

KURIKULUM PELATIHAN DUKUN
I. Melaksanakan perawatan kehamilan
a. Dukun dapat melaksanakan motivasi ibu hamil untuk
- Periksa diri kebidan desa /dokter atau fasilitas kesehatan yang dekat
- Mendapat TT pada ibu hamil
- Meminum tablet zat besi
b. Dukun dapat menyebutkan tanda-tanda hamil muda dan hamil tua
c. Dukun dapat melaksanakan anamnasa
d. Dukun dapat melaksanakan periksa pandang kehamila
e. Dukun mampu melaksanakan periksa raba untuk menentukan usia kehamilan dan letak janin.
f. Dukun dapat melaksanakan perawatan payudara dan melaksanakan motivasi tentang pemberian ASI sedini mungkin
g. Dukun mampu menyebutkan menyebutkan tanda-tanda kehamilan dengan risiko dan merujunya ke puskesmas
h. Dukun mampu melaksanakan rujukan kepuskesmas
i. Dukun mampu melakukan motivasi KB meuju MCKBS
j. Dukun dapat melaksanakan pembagian tablet zat besi pada ibu hamil
k. Dukun dapat memberikan nasihat tentang makanan bergizi.
II. A. Mempersiapkan pertolongan persalinan
1. Dukun dapat menyebutkan tanda-tanda persalinan normal
2. Dukun dapat mempersiapkan lingkungan ibu bersalin dengan benar termasuk kebutuhan untuk ibu dan bayi
3. Dukun dapat mempersiapkan alat-alat persalinan sederhana secara bersih
4. Dukun mampu mencuci tangan sebatas siku dengan sempurna (10 menit)
B. Memimpin persalinan dengan teknik sederhana
1. Dukun dapat membimbing ibu dalam mengejan
2. Dukun mampu merawat tali pusat
3. Dukun dapat menjelaskan tanda-tanda plasenta lepas dan memeriksa kelengkapan plasenta
4. Dukun dapat menyebutkan tindakan-tindakan yang dilarang
5. Dukun dapat melaksanakan rujukan
6. Dukun mampu melaksanakan pencatatan persalinan yang baru di tolong
7. Dukun mampu membagi Vit A kepada ibu sesudah bersalin
III. A. Merawat Bayi Baru Lahir
1. Dukun melaksanakan pembersihan mata, mulut dan hidung bayi
2. Dukun mampu memotong dan merawat tali pusat
3. Dukun mampu memadikan bayi dengan benar
4. Dukun mampu menyebutkan tanda-tanda kelainan pada bayi
5. Dukun dapat memberikan nasihat agar ibu menyusui bayi sedini mungkin
6. Dukun mampu memotivasi ibu untuk memeriksakan bayinya dan mendapatkan imunisasi dasar.
B. - Merawat bayi prematur
- Dukun mampu melaksanakan perawatan bayi prematur dengan berat badan lebih dari 2 kg dan aktif.
IV. Merawat ibu nifas dan ibu menyusui
a. Dukun mampu melaksanakan perawatan perineum
b. Dukun dapat merawat payudara
c. Dukun dapat mengenal kelainan nifas
d. Dukun dapat melakukan motivasi KB
V. Melaksanakan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil / bersalin / nifas.
- Melaksanakan penyuluhan tentang
1. Makanan bergizi untuk ibu hamil / bayi / anak
2. Imunisasi
3. KB
4. Pentingnya ASI
5. Hygiene perorangan
VI. Pelaksanaan pencatatan dan pelaporan
1. Dukun dapat melaksanakan pencatatan dan pelaporan persalinan kematian ibu dan bayi
2. Dukun dapat mengirimkan laporan persalinan
3. Dukun dapat membantu pendataan ibu hamil dan bayi
VII. Melaksanakan Rujukan
Dukun dapat melaksanakan rkun penderita
- Resiko tinggi pada ibu hamil, bersalin, bayi dan anak

BAB III
PEMECAHAN MASALAH

Sekitar 70% - 80% pertolongan persalinan di pedesaan di tanggani oleh dukun bayi. Dukun bayi mendapat kepercayaan penuh sebagai orang tua yag dapat melindungi klien dan keluarga. Biaya pertolongan bayi oleh dukun di berikan secara bertahap yang diangap murah, meskipun bila dihitung relatif mahal.
Kesalahan yang sering dilakukan oleh dukun sehingga dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi, antara lain :
? Terjadinya robekan rahim karena tindakan mendorong bayi didalam rahim dari luar sewaktumelakukan pertolongan pada ibu bersalin
? Terjaddinya perarahan pasca bersalin yang disebabkan oleh tindakan mengerut-gurut rahim padawaktu kala III
? Terjadinya partu tidak maju, karena tidak mengenal tanda kelainan partus dan tidak mau merujuk kepuskesmas atau RS.
Untuk mencegah kesalahan tindakan dukun tersebut di perlukan suatu bimbingan bagi dukun. Lama perlatihan disesuaikan dengan kurikulum
Dalam proses pelatihan di pergunakan metode yang partisipatif sesuai dengan metode orang dewasa seperti :
? Curah pendapat
? Diskusi kelompok
? Demontrasi / peragaan
? Studi kasus
? Bermain peran
? Praktek lapangan
Penyelengaraan pelatihan perlu di evaluasi, hal-hal yang di evaluasi meliputi :
? Proses belajar mengajar
? Penyelengaraan pelatihan
? Penerapan hasil pelatihan di masyarakat setelah 6-12 bulan
Cara bidan melakukan pembinaan terhadap dukun bayi. Untuk saat ini pembina dukun bayi tidak dilakukan bagi pembina saat ini ditekankan menjadi tanggung jawab bidan dimana dukun bayi berada.
Adapun pembina yang dilakukan bidan pada dukun bayi :
? Mendampinggi persalinan
? Memberikan pelayanan nifas, kunjungan N1 dan N2
? Membina dukun bayi waktu persalinan
? Mengunjungi ibu bersalin yang di tolong dukun sekaligus memberikan perawatan nifas, BBL
? Memotivasi dukun bayi agar melaporkan ibu hamil baru, ibu melahirkan yang ditolong oleh dukun tersebut.
Dengan demikian dukun merupakan mitra bidan dalam bekerja

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
? Walaupun pembina dukun bayi tidak dilaksanakan lagi. Sebagai bidan yang bertugas di komunitas harus tahu dan bisa membina dukun bayi.
? Walaupun dukun bayi saat ini ada yang tidak menolong persalinan lagi tetap masih harus di bina.
? Dukun bayi bukan rival bidan melainkan mitra bagi bidan

B. Saran
? Bagi bidan
Di harapkan bidan menguasai materi pembina dukun bayi dan dapat melaksanakan pembina sesuai kurikulum dukun
Karena pembina dukun bayi termasuk tugas bidan di desa.
? Bagi dukun
Di harapkan dukun bayi mampu bekerja sama dengan bidan dan mau melaksanakan apa yang telah dibina

DAFTAR PUSTAKA

1. Dep Kes RI. JAKARTA Tahun 1994. Tentang Kurikulum Pelatihan
2. Dep Kes RI Tahun 1994 Tentang Pedoman Supervisi dukun bayi
3. Buku Saku Dukun
4. Dr. Hj syahlan, SKM,Kebidanan Komunitas.

Posted: 1/14/2009 at 07:46Read 3321 times | 0 comments | Leave Comment 
  Mama 
Male
Magelang, Indonesia
Hometown: Secang


Last Login: 2/10/2009

Purchase Mama
View My: Blog | Pictures | Videos | Layouts
  SUBSCRIBE
  USER OPTIONS
  RECENT BLOG ENTRIES
dapetin kartukredit gratisan
apakah anda perawan??
kelainan bawaan pada bayi ( KELAINAN KONGENITAL )
bblr...berat bayi lahir rendah
  BLOG ARCHIVES
2009
January

HOME | PRIVACY POLICY | TERMS OF SERVICE | REPORT CONTENT | CONTACT YUWIE | SPAM
©2007-2009 Yuwie.com